Suatu saat saya ditunjuk untuk tampil d acara perpisahan kakak-kakak kelas 6. Awalnya saya ragu, apakah saya mampu membacakan sebuah sajak . Pada saat itu saya duduk di bangku kelas 3 SD.
Namun dengan kegigihan dan ketelatenan ibu guru Ana yang selalu membimbing saya, akhirnya saya mampu dan berani tampil pada acara perpisahan kakak-kakak kelas 6 SD Pertamina Tarakan tahun 1973 . Dan sejak saat itu saya bercita -cita ingin seperti ibu guru Ana yang kelak jika Allah mengijinkan saya menjadi seorang guru , saya akan berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan saya untuk menggali bakat anak didik saya sebagaimana yang telah dilakukan oleh ibu guru saya yang sangat saya banggakan yaitu ibu Ana.
Setelah saya duduk dibangku sekolah SMP YPPD TARAKAN, kembali seorang guru laki -laki yang memperkuat keinginan dan cita -cita saya menjadi seorang guru. Beliau adalah guru mata pelajaran Olah Raga yang lebih dikenal dengan panggilan pak Hamdan .
Pak Hamdan adalah guru yang sangat tegas dan sebenarnya penyayang. Walaupun terlihat dari paras wajahnya seperti kejam karena orangnya berkumis, badannya tegap, kekar seperti seorang anggota TNI .
Dalam proses belajar mengajar beliau selalu serius, apalagi saat praktik olahraga. Saya sangat senang dengan cara mengajar beliau . Karena beliau selalu berusaha membangkitkan minat dan bakat anak didiknya.
Saya adalah salah satu anak didik yang berhasil berprestasi dalam mata pelajaran Olahraga yang telah diajarkan beliau. Tidak sekedar nilai teori yang tinggi, tapi dalam diri saya telah berhasil dieksplor dan dieksploi oleh pak Hamdan khususnya ada bidang atletik lari.
Dengan keseriusan beliau membimbing saya , pada sekitar tahun 1980 saya berhasil sebagai seorang atlit lari yang mewakili Kalimantan Timur untuk mengikuti POPSI YUNIOR di Jakarta.